Berdakwah Termasuk Salah Satu Bentuk Jihad bagi Kaum Wanita
Pertanyaan:
Apakah jihad tidak wajib bagi seorang wanita, walaupun itu jihad [dalam] berdakwah atau jihad [melawan] orang-orang kafir?
Jawaban:
Jihad melawan orang-orang kafir dengan berperang tidaklah wajib bagi seorang wanita. Akan tetapi, baginya adalah jihad dengan berdakwah ke jalan yang haq dan menjelaskan syariat dalam batas-batas yang tidak melanggar kehormatannya dengan [1] mengenakan pakaian yang menutup auratnya, [2] tidak bercampur-baur dengan laki-laki yang bukan mahram, [3] tidak melemahkan suaranya, dan [4] tidak ber-khalwat dengan orang-orang yang bukan mahramnya. Allah ta’ala berfirman tentang istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ
“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kalian dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabiNya)…” (QS. Al Ahzab: 34)
Dan telah shahih dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bagi kaum wanita ada jihad?”. Rasulullah bersabda,
نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ
“Ya, bagi mereka jihad yang tidak ada perang di dalamnya: haji dan umrah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Juga telah shahih dari Aisyah, beliau pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat bahwa jihad adalah sebaik-baik amalan. Tidakkah kami [juga] berjihad?”. Rasulullah bersabda,
لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ
“Tidak. Akan tetapi, jihad yang paling baik [buat kaum wanita] adalah haji yang mabrur.” (HR. Ahmad dan Al Bukhari)
وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم
KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA
Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil Ketua : Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’: Juz XII (Cet. II), Riyadh: Maktabah Al ‘Ubaikan, 1421H/2000M, halaman 34-35.
0 Response to "Berdakwah Termasuk Salah Satu Bentuk Jihad bagi Kaum Wanita"
Post a Comment